Resensi Novel The Thirteen Tale or Dongeng Ke-13

27 12 2010

The Thirteen TaleAngka 13 selalu identik dengan angka sial oleh kebanyakan orang, tapi apakah jika kita baca novel ini akan sial juga? haha, OH TIDAK BISA, yang ada pasti seru baca novel ini. so, cek dis ot for the review-nya..

Buku ini mengisahkan tentang cerita hidup seorang penulis dongeng bernama Vida Winter ini, ditulis oleh Diane dengan perasaan yang mendalam. Emosi yang dibangun dalam tiap-tiap bab-nya begitu kuat serta menyentuh, apalagi saat menceritakan kehidupan sikembar Emmeline dan Adeline ketika mulai beranjak dewasa, serta tingkah lakunya yang aneh dirumah besar Angelfield yang konon berhantu.

Buku ini sebenarnya menceritakan proses pembuatan buku biografi Vida Winter. Dimulai oleh Margaret Lea, seorang penulis biografi muda yang mendapat surat panjang dari Vida Winter, seorang penulis buku dongeng yang dikisahkan begitu sukses dan terkenal. Vida Winter tergerak untuk menulis kisah hidupnya mana kala ada seorang pemuda dari Banburry Herald (surat kabar lokal) yang berkata “Ceritakan padaku yang sesungguhnya”. Sebagai pendongeng ulung, Vida rupanya ingin membuat biografi dan berharap bisa menceritakannya kepada orang yang bisa dia percaya. Dia menjatuhkan pilihan pada Margaret Lea.

Margaret sempat terpaku beberapa waktu di depan rumahnya saat membaca surat tersebut. Margaret adalah gadis sederhana pencinta buku yang setia merawat dan menjaga toko buku milik keluarganya serta  penulis biografi. Dalam koleksi buku berharga milik ayahnya, salah satu buku karya Vida Winter termasuk di dalamnya. Buku Tiga Belas Dongeng adalah karya Vida Winter yang ditarik dari pasar karena judulnya salah. Kemudian diterbitkan lagi dengan judul Dongeng-Dongeng Perubahan dan Keputusasaan. Akan tetapi orang sudah telanjur menyebutnya Buku Tiga Belas Dongeng.

Demi mengenal lebih dekat karya Vida Winter, Margaret membaca karya-karyanya, tentu saja juga Buku Tiga Belas Dongeng. Dalam buku tersebut, ternyata dongeng ketiga belas itu hanya lembaran kosong. Misteri apa sebenarnya yang terdapat dalam dongeng ketiga belas? Margaret akhirnya memutuskan memenuhi undangan Vida Winter untuk datang ke rumahnya dan menulis biografinya, di Yorkshire. Sebuah tempat yang dilalui bermil-mil dari tempat tinggalnya dengan kereta. Margaret dijemput oleh utusan Vida Winter yang mengantarnya hingga depan rumahnya. Sebuah rumah besar dan terpencil, sebuah tempat meditasi yang sempurna kalo tidak boleh dibilang hening,sunyi,sepi seakan tanpa penghuni.

Keesokan harinya, barulah Margaret bertemu dengan Vida Winter, seorang wanita bak ratu kuno, penyihir atau dewi, dengan pembawaan yang kaku dan terasa formal. Dan dimulailah kisah-kisah tentang kehidupan Vida Winter, mulai dari kisah orangtuanya, Isabelle yang aneh, Kakeknya, pamannya, Charlie, yang juga aneh. Ternyata pula Vida Winter yang memiliki nama asli Adeline March punya saudara kembar, Emmeline.

Awalnya Adeline adalah gadis yang tumbuh dengan mental yang sama anehnya dengan Emmeline di bawah asuhan Missus, pembantunya yang setia. Kehidupan mulai teratur saat Hester, seorang guru privat yang mengatur rumah tangga tersebut hadir. Sebelumnya, si kembar merupakan ‘trouble maker’ bagi tetangga di sekitarnya. Berbagai keonaran dilakoni oleh si sembar. Mulai dari mengambil makanan milik mereka, mengambil kereta bayi, dll. Tapi semua tetangganya tidak ada yang berani mendekati rumah besar Angelfield karena ada gosip yang beredar bahwa rumah itu berhantu.

Kelainan mental hampir dialami oleh semua anggota keluarga tersebut. Dari Kakek Vida Winter George Angelfield yang depresi karena ditinggal mati istrinya setelah melahirkan anak kedua, Isabelle. George akhirnya wafat di ruang perpustakaan rumahnya setelah Isabelle menikah dan meninggalkan rumah. Isabelle dan kakaknya, Charlie, yang tidak kalah aneh perilakunya. Lalu setelah Isabelle menikah dan melahirkan anak kembar Adeline dan Emmeline, mereka juga tumbuh dengan mental yang aneh. Lantas bagaimana bisa seorang Adeline March yang aneh, bisa berubah menjadi seorang penulis dongeng yang begitu terkenal dan melegenda?

Margaret, untuk bisa mempercayai semua yang dikisahkan oleh Vida Winter akhirnya melakukan penyelidikan di bekas rumah besar Angelfield yang telah terbakar serta menelusuri semua literatur dan jejak yang berkaitan dengan keluarga Angelfield. Kisah penuh liku tentang kehidupan Vida Winter yang ditulis Diane ini juga mengangkat sisi tentang betapa berharganya sebuah buku serta pengetahuan cara memperlakukan buku yang selama ini belum pernah saya ketahui. Secara kisah, buku Dongeng Ketiga Belas ini memiliki plot maju-mundur. Kekiniannya diwakili oleh tokoh Margaret dan Vida Winter, sedangkan kisah masa lalunya diwakili kisah-kisah dari masa lalu Vida Winter sewaktu masih bernama Adeline March.

The Thirteen Tale

Actions

Information

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: