Demo Mahasiswa Makasar

23 11 2010

Demo ini bertujuan untuk menentang Presiden Susilo Bamabang Yudhoyono, karena SBY dinilai telah gagal dalam memimpin negara INDONESIA ini, oleh sebab itu sejumlah Universitas diMakasar memblokir beberapa jalan supaya SBY tidak dapat masuk keMakasar. Mahasiswa juga membakar ban didepan kampus mereka, menutup akses jalan-jalan diMakasar. Saat demo hendak dibubarkan oleh aparat berwenang, dari Polrestabes Makasar, seketika mahasiswa-mahasiswa ini melawan sehingga terjadi bentrok antar keduanya. Demo mahasiswa ini berujung dengan aksi pelemparan batu antara mahasiswa dari Universitas Muslim Indonesia, Universitas 45 Makasar dengan Aparat dari Kepolisian. Karena jumlah aparat dari kepolisian yang lebih banyak daripada mahasiswa, maka mahasiswa-mahasiswa ini memilih untuk mundur dari lokasi bentrok.

Bentrokan anatara mahasiswa dengan polisi kembali pecah, setelah sehari sebelumnya terjadi bentrokan dijalan Urip Sumoharjo didepan kampus Universitas Negeri Makasar. Sekitar 2 jam, ratusan mahasiswa UNM saling melempar batu melawan aparat kepolisian dari SAMAPTA dan BRIMOB Polda SulSelBar dijalan Raya Pendidikan. Sedikitnya 5  polisi menjadi korban amukan mahasiswa akibat lemparan-lemparan batu dengan mahasiswa UNM.

Sementara itu, ada sekitar 15o mahasiswa dari Universitas Negeri Makasar dihalau oleh aparat setempat dijalan AP PPettarani, Mahasiswa-mahasiswa ini berunjuk rasa atas kedatangan Presiden SBY keMakasar. Para mahasiswa hanya berjarak 100 meter dari Hotel Clarion, tempat Presiden SBY bertemu dengan gubernur Se-Indonesia. Aksi mahasiswa ini hanya berselang 10 menit sebelum iring-iringan Presiden tiba dilokasi pertemuan dengan para gubernur Se-Inndonesia. Aksi ini tidak berujung bentrokm karena polisi melakukan pendekatan secara Persuasif dengan supaya tidak melakukan demo secara brutal, atau mengakibatkan bentrokan antar mahasiswa dengan polisi.

 

Komentar saya :

Harusnya kita sebagai mahasiswa janganlah berbuat anarkis seperti itu, mahasiswa itu adalah seorang pemuda yang intelektual, yang nantinya akan menjadi penerus juga dari bangsa ini. Seharusnya demo dilakukan dengan damai, atau melkukan pertemuan dengan pihak terkait, dan dibicarakan dengan bijak antar kedua beleh pihak. Kalau sudah seperti ini, demo dengan aksi yang anarkis, mau tidak mau, mahasiswa dan polisi akan sama-sama menjadi korban, entah itu korban luka-luka atau bahkan korban tewas. Oleh sebab itu, belajarlah dari pengalaman, karena pengalaman adalah guru terbaik sepanjang masa.


Actions

Information

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: